oleh

Buntut Pencurian Diruang Tunggu Bupati Bolmong Kini Ditangan Polda Sulut

BOLMONG – Tabloidjejak.co.id. Peristiwa memalukan yang terjadi diruang tunggu Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow, berupa pencurian sejulmlah barang yaitu HP, Hard Disk dan Laptop, termasuk adanya SK milik Toni Monoarfa, setalah sekitar seminggu belum juga ada kemauan baik untuk dikembalikan, kini berbuntut kerana hukum.

Keputusan mengambil langkah hukum yang dilakukan oleh Toni Monoarfa, setelah dikonsultasikan dengan dengan para pengurus Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) baik yang berada di Jakarta, Manado dan khususnya di bolaang mongondow, yang kebetulan saudara Toni sebagai korban merupakan pengurus di KKIG di Bolaang Mongondow.

Solidaritas KKIG di Bolaang Mongodow ini, muncul tatkala indicator penzoliman ini dicermati secara detil, bahwa perbuatan tersebut, berbau konspirasi besar, dilakukan secara tidak etis dengan menghilangkan barang tersebut baik secara institusional, maupun secara pribadi yang sangat mengganggu privacy Toni baik sebagai pejabat dilingkungan Pemda Bolmong, maupun sebagai petinggi I KKIG Bolmong.

Dari konsultasi dengan berbagai pertimbangan yang muncul, diputuskan kemudian bila, upaya secara patut dilakukan dan tanpa kesdaran untuk mengembalikan barang milik Toni, maka jalan satu-satunya, demi kehormatan dan keadilan, maka langkah hukumlah yang akan dilakukan.

Maka, pada Selasa (26/10/2021) Toni didampingi Pengurus, Divisi Hukum dan Humas KKIG, kemudin dari Bolaang Mongondow, sekitar Jam 6 pagi, meluncur ke Kota Manado untuk melaporkan peristiwa pencurian atas sejumlah barang milik Toni ke Polda Sulawesi Utara dan tiba di kota manado sekitar jam 12 siang.

Sementara di Polda sendiri, telah menunggu beberapa petinggi KKIG yang telah memberikan mandate kepada pengacara Safrizal Walahe, SH.,MH., yang kebetulan juga merupakan pengurus pada Divisi Hukum, agar dapat mendampingi kliennya dalam mencari keadilan atas kejadian yang menimpanya.

Di Polda Sulut, hasil keputusan ini dianggap sudah cukup diberi waktu, sehingga langkah hukum ini oleh KKIG Prov. Sulut, dipandang patut diberi support, agar rasa keadilan setiap warga umumnya, khususnya anggota KKIG yang mengalami penzoliman dapat dipenuhi.

Sekitar setengah jam berbincang di Polda Polda Sulut, Tim dan Toni sebagai korban kemudian menghadap ke SKPT untuk memasukan laporan terkait peristiwa pencurian yang terjadi dilakukan dituang tunggu kantor Bupati Bolaang mongondow Yasty Mokoagouw.

“Laporan tersebut diterima oleh petugas penerima laporan, kemudian berbagai keterangan dicatat dan tanda bukti laporan diterima oleh Tim, selanjutnya oleh pihak penerima laporan menyampaikan, tinggal menunggu panggilan untuk proses lebih lanjut,” jelas Safrizal kepada wartawan tabloidjejak melalui hand phone.*** 

Foto: News. Bolmongkab.go.id

Penulis/ editor : Henry Peuru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed