oleh

BPJN XV Manado Langgar Kesepakatan dengan Ahli Waris Keluarga Baginda

MANADO – Tabloidjejak.co.id.  Kesepakatan yang dibangun antara pihak BPJN XV Manado yaitu Kasatker Jimmy Adawang dan PPK pak Windu dengan Kel. Baginda bahwa tidak boleh ada kegiatan pembuatan proyek Jalan disekitar daerah makam keluarga baginda, Rabu (31/8/2021) diduga dilanggar pihak BPJN XV Manado.

Dugaan Baginda, bahwa yang paling berkepentingan menyelesaikan proyek tersebut, adalah pihak BPJN XV, sebagai pemilik proyek, lepas adanya kepentingan lain disamping pelaksana yaitu PT. Pacifik Nusa Indah, sebagai pemenang tender yang melakukan kontrak pekerjaan.

Apalagi jelas sekali, pihak BPJN XV Manado, merupakan salah satu yang diduga kuat telah melakukan perbuatan pidana pengrusakan makam leluhur Kel. Baginda. Dimana dari Sembilan belas kubur keluarga telah hilang tanda-tandanya, sehingga tersisa 8 kuburan yang sempat kami amankan.

Namun sayang, kubur yang kami telah amankan, kemudian dirusakan lagi oleh pihak Dinas Perskimtan Prov. Sulut. Bahkan ada tulang belulang leluhur yang dicuri dan entah dibawa kemana, hingga kini tidak pernah diberitahukan kepada Keluarga.

Kesepakatan yang dilanggar pihak BPJN XV Manado, Rabu (31/8/20210), hampir terjadi pertumpahan darah, karena ketegangan yang dipicu dengan turunnya beberapa orang yang membawa alat tajam ke Lokasi proyek dengan alasan akan memaras.

Aksi beberapa orang yang membawa sajam dilokasi proyek, memicu persiapan keluarga Baginda untuk melakukan perlawanan, sehingga beberapa anggota keluarga harus berdatangan kelokasi proyek. Tak lama aksi sejumlah orang, 2 truk pembawa tanah timbunan, diterjunkan kelokasi, hingga membuat keluarga menganggap BPJN XV, mencoba melakukan provokasi.

Lurah Molas yang dihubungi terkait aksi yang dilakukan sejumlah orang yang konon berasal dari warganya, menyatakan tidak pernah menyuruh warganya untuk melakukan kekerasan, yang oleh keluarga dianggap sebagai dalang local yang dibayar Bandar tertentu.

Sementara pihak BPJN XV Manado, yang coba dihubungi baik Kasatkernya Jimmy Adwang, kembali dihubungi tapi tak juga memperoleh jawaban. Demikian pula PPKnya pak Windu, sama sulitnya dihubungi, walau kedua handphone terdengar bunyi tanda diterima. *** Tim     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed