oleh

Boyong Atas Bakal Bangun Rumah Sederhana

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Desa Boyong Atas, menjadi sangat populer, ketika puluhan tahun yang lampau meledak dengan kasus hukuman cambuk. Penerapan hukum cambuk peninggalan penjajah Belanda ini, sempat menjadi polemic bagi masyarakat umum di Indonesia, khususnya Prov. Sulut.

Popularitas desa ini, kembali menjadi heboh, dengan perjuangan HAM yang berdarah-darah oleh anggota masyarakatnya yang seorang wartawan, yang berkiprah di Jakarta, dimana anak-anaknya ikut kena imbas : Diculik oleh Mafia Hukum Sulawesi Utara yang bersembunyi dibalik Institusi negara, karena membongkar kasus penculikan dan pembunuhan DR. Ir. Oddie A. Mnus, Msc, yang sangat kejam dan biadab.

Kini desa ini mulai tenang, walalu sebelum Pilkada 2020, sempat menjadi resah karena adanya Plt, yang diduga bermain menguras dana desa dengan proyek jalan kebun, serta proyek PAMSIMAS, termasuk ikut mengembat dana BLT, serta menggelapkan dana Rakyat, melalui penipuan sertifikat prona, yang ternyata tidak pernah diprogramkan di Desa Boyong Atas, dimana kasusnya ada yang sudah dilaporkan ke Kejari Amurang.

Ketenangan tersebut, setelah terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati yang kemudian melakukan perombakan atas ketidak becusan sebagian Hukum Tua Plt, Minsel yang ditengarai menjadi alat kepentingan Politik, dan mengganti Plt HT lama berinsial GS dengan Hukum Tua Plt. Olivia Mondigir, SP anak desa Boyong Atas.

Respon rakyat Boyong Atas yang begitu antusias menyambut penggantian Plt. Hukum Tua yang memang diidam-idamkan sebagian besar rakyat Boyong Atas, kini mengapresiasi dengan ikut terlibat melahirkan ide-ide pembangunan desa yang kreatif dan inovative.

Maka debut pertama, telah dilahirkan Kelompok Tani PERJUANGAN, yang diharapkan bisa menstimulir pemberdayaan usaha tani oleh Kelompok Tani yang sudah ada. Demikian pula, kemudian diikuti dengan pembentukan 3 Kelompok Budidaya Ikan sekaligus, yaitu : Pokdakan KANAAN, CIBOTAS dan MEKAR.

Sementara pihak Pemerintah desa, kemudian melakukan pembersihan desa, hingga keberbagai tempat diseluruh desa, dan mengecat desa dengan warna merah, hingga menjadi indah, menarik dan menantang, sebagai wujud dari roh perjuangan rakyatnya.

Sudah begitu, Lembaga Peduli Keluarga Wisdom Community yang beberapa tahun tenggelam, kembali bergerak membina dan membangun pikiran-pikiran positif untuk menghasilkan keluarga produktif, mulai dengan pemberdayaan dari lingkungan rumah, seperti membuat taman bunga yang asri,taman rempah serta kolam budidaya ikan, yang bisa menutupi kebutuhan sehari-hari yang ditopang oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Minahasa Selatan.

Setelah pemberdayaan Wisdom Community dilingkup halaman rumah keluarga, kini mulai melirik perlunya mendorong dan melibatkan diri dalam membangun Rumah Sederhana bagi keluarga miskin. Maka upaya menggandeng Dinas social Provinsi untuk mewujudkan Rumah layak huni bagi keluarga miskin, mulai dijajaki.

Sementara pihak Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara, menyambut baik permohonan lisan melalui diskusi dengan Sekertaris dan Kepala dinas dr. Rinny Tumuntuan dengan LPK Wisdom Community, yang juga memprogram pelayanan Rohani yang mendasarkan kiprahnya dengan Filipi 4 : 8 daan merealisasikan dengan dasar firman Matius 25 : 35.

Dalam perbincangan kecil dengan dr. Rinny Tumuntuan, disarankan untuk memenuhi syarat-syarat bagi keluarga miskin, untuk menyediakan, KTP, KK, Surat Miskin, SKPT, DTKS, dan foto rumah yang tidak layak huni.

Sebelumnya ditahun 2021 ini, sebenarnya realisasi pembangunan sederhana akan dibangun, namun karena Hukum Tua sebelumnya oknum Plt. GS, tidak mau membuat surat keterangan miskin, maka akhirnya harus tertunda. Kini Plt. Hukum Tua Olivia Mondigir, SP anak desa Boyong Atas, yang memang peduli pada saudara-saudaranya sendiri, kini sudah dibuatkan Surat Keterangan Miskin, yang semoga pada anggaran perubahan akan terealisasi. ***

Peliput : Parsetyo

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed