oleh

Bantuan Makanan Korban Bencana Alam Belum Ada

Tabloidjejak.co.id – MINAHASA SELATAN. Badai yang memporak porandakan diberbagai belahan daerah Prov. Sulawesi Utara khususnya di Minahasa Selatan, ternyata menyentuh baik di daerah pegunungan maupun hingga di pesisir pantai selama 2 hari berturut-turut.
Namun sebelumnya, pada 2 hari Sabtu dan Minggu yang cukup menegangkan dan menggoncangkan masyarakat, beberapa minggu sebelumnya memang sudah diterjang hujan lebat, rintik yang datang silih berganti.


Puncaknya, di hari Sabtu dan minggu yang paling menegangkan dan cukup menakutkan, hujan yang sangat lebat selama hampir seharian disertai angin kencang, hingga membuat pohon bertumbangan dan tanah longsor terjadi dimana-mana baik berskala kecil maupun besar.


Selanjutnya dipesisir pantai diikuti dengan gelombang air pasang yang sangat besar, hingga meluapkan air laut yang menerjang sepanjang pesisir pantai dan masuk menembus wilayah daratan hingga sekitar seratusan meter kearah pemukiman warga maupun daerah pertanian warga pesisir.
Menurut kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Minahasa Selatan Ruddy Tumiwa, ST, MM, ketika ditemuai diruang kerjanya Senin (18/1-2021) menjelaskan, memang bencana alam yang terjadi ini, gelombang pasang, cuaca ekstrim, angin, masih terkait dengan pembeda Lanina, yang puncaknya dibulan Desember 2020 dan Januari 2021.


Menghadapi kondisi alam yang demikian ini, “Pertama, kami dari Badan Bencana Alam atas nama Pemerintah Daerah mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat, terutama yang tinggal dipesisir pantai, apalagi yang profesinya nelayan, supaya tahan dulu untuk pergi melaut, karena cuacanya sangat buruk,” jelasnya.
Kedua, warga yang berada dipesisir pantai untuk tetap waspada, sebab sewaktu-waktu gelombang pasang bisa terjadi lagi, seperti saya bilang tadi, bahwa puncaknya dibulan Desember 2020 dan Januari 2021 ini. “Kan bulan Januari belum habis,” jelasnya mengingatkan.
“Sehingga bisa kemungkinan terjadi lagi,” urainya menambahkan. Jadi kemungkinan masih ada gelombang pasang berikut, jadi tetap waspada, dan bagi yang terkena dampak harus sudah menyingkir, sementara yang belum harus tetap waspada melihat situasi dan kondisi yang ada. “Jadi untuk sementara, carilah dulu keluarga terdekat yang jauh dari pesisir pantai, ” tandasnya.
“Terkait dengan bantuan makanan dan lainnya bagi yang terkena bencana, masih dalam pendataan, namun bersyukur, berdasarkan pemantauan kami sudah ada bantuan spontanitas dari masyarakat, sehingga warga cukup tertolong,” jelas Ruddy.
Sementara ini, “bantuan dari Pemda Minsel sendiri belum ada,” urainya. Soalnya, ini tidak sembarangan langsung dikeluarkan, sebab karena tertata di APBD. Dan saat ini kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas Sosial, termasuk dengan pihak PU karena saya saat ini sebagai Plt Dinas PU, sedang menyelesaikan dan mempercepat proses penanggulangan korban bencana.
Hasil pemantauan serta identifikasi sementara yang kami lakukan, daerah yang mengalami bencana terbilang cukup parah, khususnya di wilayah pegunungan, longsor baru teridentifikasi adalah daerah Suluun.
Sedang didaerah pesisir pantai, hampir menyeluruh terjadi dan dialami oleh daerah sepanjang pantai MinahasaSelatan, seperti daerah Poigar, Amurang Barat Teep, Amurang Timur, Amurang, Tumpaan, Tatapaan dan Popareng. Mereka terbilang cukup berat.
Mengingat daerah pantai yang terbilang cukup parah, Pemerintah Daerah telah menghimbau agar warga disepanjang pesisir pantai dan pegunungan yang terkena musibah bencana alam, agar mengungsi ke keluarga terdekat ataupun menempati tempat-tempat/ gedung-gedung yang telah disediakan Pemerintah daerah.
Sementara bagi yang tidak dapat tertampung, bantuan seperti tenda, matras, tempat tidur dan selimut, baru diberikan ke daerah Suluun, karena yang lebih dulu terjadi dan laporkan kepada kami. Dan untuk pesisir pantai baru daerah Popareng, karena juga lebih dulu melaporkan kepada kami.
Jadi untuk sementara, baru itu yang dapat kami berikan. Itupun, merupakan persediaan sisa tahun sebelumnya sudah dibagikan pada bencana lalu, sehingga persediaan sudah berkurang. Bahan-bahan ini pun, sisa bantuan Provinsi yang tersimpan di gudang. ”Jadi bantuan yang kami berikan belum cukup,” tandas Kaban.
Sementara berdasarkan keterangan dari beberapa warga yang ditemui Senin (18/1-2021) dibeberapa tempat korban bencana, menerangkan, bahwa sampai saat ini belum ada pejabat ataupun pemimpin daerah yang mengunjungi mereka, apalagi bantuan dalam bentuk apapun.
Demikian pula, dari Partai-Partai dan anggotanya atau anggota Dewan maupun mantan Calon Bupati yang sebelumnya begitu rajin datang memberi uluran tangan terkait dengan alasan Covid-19 dan lainnya, hingga kini belum ada yang datang memberi bantuan atas bencana alam yang kami hadapi. “Mereka belum ada yang datang,” tandas warga kepada tim tabloidjejak.co.id.***
Peliput : Henny, Prasetyo dan Yantje
Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed