oleh

Awan Gelap Hujan Badai Gelombang Pasang Landa Kota-kota dan Desa-desa di Provinsi Sulawesi Utara

MINAHASA SELATAN – Tabloidjejak.co.id. Hampir dua bulanan berjalan ini, sejak bulan Desember 2020 hingga bulan Januari 2021, Provinsi Sulawesi Utara terus diguyur hujan yang datang silih berganti hingga cukup menghentikan kegiatan kerja bagi pekerja kantoran dan nelayan, namun disambut bahagia bagi para petani.

Kondisi ini tak terlalu dirisaukan, karena pengetatan kegiatan masyarakat yang kembali mencuat akibat berbagai kebijakan atas pendemi Covid-19 yang bikin ulah diduga meningkat menyerang masyarakat, sempat membuat kaget masyarakat, karena Pilkada Corona dapat diabaikan, namun usai Pilkada Corona pun menjadi alasan untuk mengerem kegiatan masyarakat.

Belum hilang kejutan atas kebijakan pengetatan kegiatan dengan alasan pandemic Corona yang berkembang karena klaster Pilkada yang membuat Manado masuk menjadi zona hitam, hantaman badai hujan dan gelombang pasang kembali menghantam hampir seluruh kota-kota dan desa-desa di Provinsi Suluruh Provinsi Sulawesi Utara baik digunung maupun pesisir pantai tak terkecuali.

Seluruh Kota-kota dan desa-desa baik dipegunungan maupun sepanjang pesisir pantai terlihat menjadi porak poranda dihantam badai hujan dan air pasang yang menerjang pada hari Sabtu dan Minggu dibulan Januari 2021.   

Akibatnya, terjadi pengungsian besar-besaran baik kerumah-rumah keluarga terdekat, maupun kegedung-gedung pemerintah dan swasta hampir diseluruh kota-kota dan desa-desa, karena awan gelap yang menutupi penglihatan ke-udara, disertai hujan dan angin kencang yang terus meliputi hampir diseluruh kota-kota dan desa-desa. Sementara listrik pun ikut padam membuat suasana makin resah dan gelisahkan warga.

Ungsian pun terjadi bukan hanya bagi yang diterjang badai, namun yang tak terkena badai-pun ada yang ikut mengungsi akibat kondisi alam dan tempat disekitar kediaman warga, seperti pohon-pohon yang kencang bergoyang dan tanah yang memperlihatkan longsor kecil mulai terjadi, sehingga warga harus melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya pohon-pohon tumbang atau-pun tanah longsor yang bisa melanda rumah mereka.

Namun keresahan yang membuat gundah gulana memuncak menaburi hati sanubari masyarakat, hingga Senin (19/1-2021) ini, belum juga ada pejabat Gubernur, Bupati dan Walikota yang mengucurkan bantuan, apalagi dan bahkan mau berkunjung menjambangi warga yang mengalami penderitaan bencana alam.

Padahal menurut warga sebelum Pilkada, jangankan banjir yang kami alami hingga menutupi kepala, dan merusak rumah dan segala peralatan rumah yang hancur, air setinggi lutut saja sebelum Pilkada, para calon pemimpin dan ketua-ketua serta anggota partai maupun anggota Dewan, akan mengunjungi mereka, walau mereka harus berbasah ria ingin menunjukkan kepedulian mereka. Ooooohhhh Pilkada, kapan kau kembali. ***       

Peliput : Prasetyo, Henny, Yantje, ino, John, Vincent, Noris, Fadly

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed