oleh

Apakah RT Kaban BPBD Kab. Minahasa Selatan Dibunuh ?

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Kisah tragis dan mengenaskan, hingga membuat heboh masyarakat Kab. Minahasa Selatan secara umum dan Pemkab. Minsel Khususnya, saat ini terus mengundang tanda tanya besar dan rumit, ketika ditemukan Kaban RT tergantung pada seutas tali meregang nyawa.

Dari ungkapan teman sejawat rekan kerja di Pemkab. Minsel, RT adalah pribadi yang sangat loyal dan setia pada pekerjaan dan pimpinannya. Segala kebutuhan dan berbagai kegiatan dilingkup Pemkab. Minsel, hampir selalu ditanggungnya tanpa keluhan, ketika berbagai kegiatan dibebankan kepundaknya.

Karena pribadi dengan karakter yang unik dan specific itu, RT selalu memperoleh kepercayaan memegang jabatan yang terbilang empuk da strategis untuk kebutuhan pembangunan daerah. Di Dinas PUPR, RT memegang jabatan sekertaris yang cukup panjang hingga naik menduduki jabatan sebagai Kepala dinas PUPR.

Usai menduduki Kadis PUPR, RT kemudian diroling kejabatan strategis sebagai Kaban BPBD yang mengendalikan proyek yang terbilang besar dan selesai dengan sempurna dan menjadi proyek percontohan terbaik atas pembangunan pemecah ombak di Ujung Tumpaan.

Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, RT harus diperhadapkan dengan Bencana non Alam penyebaran virus Covid-19 mengomandani Gugus Tugas Covid-19 yang harus berhadapan dengan tanggungjawab kendali dan pengelolaan dana yang terbilang besar dan sangat sensitive dengan sorotan aktivis dan wartawan.

Sementara dipihak lain, RT dan kawan-kawan Pejabat Eksekutif harus berhadapan dengan ekses atas perseteruan Politik antar kelompok Partai yang membentuk dua kubu yang saling berhadap-hadapan hingga menjadi bulan-bulanan dikuliti, bahkan hingga digiring kerana hukum dan berbuntut dilaporkan ke Polda Sulut.

Menurut sumber Tabloidjejak.co.id, pukulan keras para politisi tersebut, lebih kepada adanya emosi politik pembunuhan dan balas dendam. Dimana procedural dan moral leadership tidak dipedulikan dan cenderung bergaya gangster.

Akibat dan dampak dari karakter dan tipikal main seruduk tersebut, ikut menjadi model para loyalis dan pendukungnya melakukan hal dan gaya yang sama terus menebar kebencian dan kisruh yang melukai dan menciptakan ekses psykologis public yang kejam dan luas. Sedikit tergesek emosi meletup.

Mungkinkah letupan Pajero membangun design pengulitan gugus Tugas untuk mencari dan membunuh sang Ratu, yang bakal dimuntahkan pada Selasa (16/3-2021) ?. Ataukah RT berdiri sendiri dan atau harus berhadapan dengan pihak lainnya yang ketakutan ?

Analisa Petunjuk

Sederhananya, itikat bunuh diri atau gantung diri, tidak nampak memberi petunjuk berarti. Dasarnya, nampaknya RT siap menghadapi konskwensi untuk dikuliti walau terendus untuk digiring kesuatu tempat pembantaian. Faktanya, RT ditemukan menggelantung dengan berpakaian dinas. Artinya, tidak ada petunjuk RT tidak berani menghadapi pertanggungjawaban atas seluruh kegiatan gugus tugas yang diembannya, walau ditiup-tiup issue telah terjadi loss pembiayaan.

Sebab dari pentunjuk yang diperoleh Tim wartawan, kalau RT takut dan merencanakan bunuh diri, pasti akan berpakaian biasa. Demikian pula, tali yang akan dipakainya adalah tali yang baik yang menjamin niat bunuh dirinya akan tercapai secara sempurna. Sementara tali yang diperoleh adalah tali jemuran yang nampak diambil seperti dipaksa dan terlihat tali tersebut sudah tua dan meragukan kuatnya, bila dilihat sepintas.

Kalaupun niat lahir dari dirinya, petunjuk yang paling kuat, RT akan menggunakan kursi dan menendangnya, hingga niatnya akan terpenuhi secara benar dan terselesaikan dengan sempurna. Sementara faktanya, tak ada kursi, dan jarak menggelantung yang tak sampai sejengkal dan atau masih menyentuh kaki RT dengan lantai. Sementara mata tidak melotot dan lidah yang tak terjulur sebagaimana biasanya temuan orang gantung diri, tidak nampak.

Petunjuk lain yang cukup aneh, terlihat tangan kanan yang membiru dan muka seperti lebam. Dilantai, menurut sumber sesama wartawan, bahwa ada bercak darah yang seperti terseret. Sehingga diduga, RT digantung oleh seseorang yang disiasati untuk menghilangkan alibi, apalagi jarak gantungannyapun, sangat pendek atau kaki masih mencapai lantai. Bersambung. ***  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed