oleh

Apakah Perang Merah Kuning Kab. Minsel Berujung Maut ?

Minsel – Tabloidjejak.co.id. Dipenghujung tahun anggaran 2020, awal tahun 2021, terjadi perang antara kelompok Merah VS Kelompok Kuning. Suasana panas terjadi sejak pembentukan badan dewan yang kian panas, ditambah penentuan dan penetapan alokasi anggaran yang terus ditolak kelompok Merah.

Perang yang terbilang panas ditubuh Lembaga Dewan Kab. Minsel terus bergeser hingga memasuki wilayah eksekutif. Bahkan proses unjuk kuat-kuatan terus berlangsung dengan pihak Pemprov, hingga akhirnya pihak Kemdagri mengambil keputusan yang diserahkan kepada Pemda Kabupaten harus memutuskan sendiri tentang berbagai program dan penganggarannya sendiri.

Perang tak juga redah, pihak kelompok merah lantas melakukan upaya dan gerakan menguliti semua program yang telah dilakukan oleh pihak eksekutif yang pelaksanaannya dilakukan oleh masing-masing SKPD.

Hasil menguliti berbagai program SKPD, ditemukan adanya kekurangan yang berujung pada pelaporan hingga kerana hukum : Polda Sulut atas dugaan korupsi yang dilakukan SKPD tertentu plus PD, yang pelaporannya oleh sejumlah pimpinan Dewan dari kelompok yang komandani the good RED.

Puncak peperangan yang sangat panas, terus berlangsung hingga keruang Pilkada. Hasilnya, dimenangkan kelompok Merah yang membangun slogan PERUBAHAN. Maka para TS yang menjadi tumpuan kekuatan Merah, kemudian kian menghembuskan suara : PEMBERSIHAN tanpa kompromi.

Akibatnya, suasana psikologis public yang lebih tertuju kepada para pemimpin daerah dari kelompok kuning, mengalami goncangan psikologis serius. Toh usikan inipun tak sampai pada pembersihan, namun terus mengusik upaya mengkerangkengkan tokoh-tokoh tersebut yang terdampak pada dugaan pemanfaatan dana diruang Pilkada yang konon disalahgunakan.

Perang makin panas, yang terus dikibas-kibas tak bisa diredakan, walau keluar pernyataan bahwa perang Pilkada telah usai, Mari Bersatu Membangun Minsel. Sisa-sisa emosi dan dendam, masih meletup-letup dengan melahirkan gerakan-gerakan khusus, seperti terror, karangkeng, percaloan dan tindakan zig-zag ala pejabat swasta.

Gerakan-gerakan pembersihan dan penggeseran, juga ikut dimainkan dengan cara yang seolah akademis berupa permintaan presentasi realisasi program Gugus Tugas covid-19 yang konon akan dilakukan Selasa (16/3-2021).

Rencana presentasi ini, kuat dugaan hanya untuk menguliti dan mencari biang kerok sebagai tanda, bahwa perang belum usai. Perang belum usai, terlihat dari memanasnya pernyataan oknum JK dan Rosa, hingga keluar pernyataan, kalau mau PERANG, kamipun siap.

Perang yang belum usai ini, diduga, bangunan design polemic bola liar akan terjadi bakal bergulir Selasa (16/3-2021). Tepatnya Selasa sebelum presentasi, tepatnya saat persiapan presentasi akan dilakukan, tragedi naas terjadi. Tak ada tanda-tanda atau petunjuk merupakan inisiatif korban, sebab telah berpakaian dinas. Lantas, mungkinkah berujung maut ditangan orang lain ?. Siapa dan ada apa dibalik maut yang menjemputmu ?. kini masih bergulir misteri dalam tanya. ***

Peliput/ penulis/ Editor : Henry Peuru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed