oleh

Adakah Pihak Lain Terusik dan Lakukan Pembunuhan Kaban BPBD Kab. Minahasa Selatan ?

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Misteri kematian RT Kaban BPBD Kab. Minsel yang ditemukan menggelantung dibawah pintu rumah orang tuanya, hingga kini mengundang banyak pertanyaan. Apakah karena bunuh diri, atau ada pihak lain yang melakukan pembunuhan pada RT.

Indikasi bunuh diri, oleh beberapa sumber menyatakan cukup meragukan, bila dilihat dari tanda-tanda orang bunuh diri dengan gantung diri. Menurut perbincangan beberapa sumber, bahwa bila niat gantung diri, apalagi dari orang yang sangat cerdas, tentu akan dilakukan dengan persiapan yang matang.

Pertama (1), tentu menyiapkan tali yang baik dan kuat. Kedua (2) mempersiapkan tempat sanggahan tubuh yang dapat membuat jarak dan mudah ditendang untuk mempercepat proses kematian terjadi dengan sempurna.

Ketiga (3), merasa terjamin dapat menutup semua akses rumah agar tak dapat diketahui dan dimasuki orang lain, sehingga pilihannya kamar dan bukan ruang tamu atau yang mudah diakses orang lain. Keempat (4), tentunya berpakaian biasa, karena benar-benar mempersiapkan diri untuk yang direncanakan. Kelima (5), ada tekanan tertentu atas fakta dan atau dari pihak lainnya.

Mungkinkah ada tekanan dan pihak lain ?

Berdasarkan penelusuran informasi Tim, sehari dua sebelumnya RT dimintakan oleh salah seorang staf ahli untuk menjelaskan dan mempresentasikan apa saja yang telah dikerjakan selama menangani penyebaran virus Covid-19 tahun anggaran 2021, dimana RT selaku ketua Gugus Tugas.     

Sementara beberapa waktu sebelumnya, anggaran Covid-19 dihembuskan oleh oknum anggota dewan dan aktivis maupun beberapa wartawan, bahwa telah terjadi loss pembiayaan yang mengarah kepenyelewengan.

Hal ini juga diakui alm. RT pada oknum wartawan, sehingga menjadi bahan diskusi serius diperbincangkan terkait sorotan berbagai pihak, yang konon melibatkan pihak lain. Hingga klimaksnya, RT dimintai presentasi pada Selasa (17/3-2021) dimana juga menjadi hari naas RT.

Mungkin, pada presentasi Selasa (17/3-2021) bakal menjadi ajang pembantaian yang akan membuka tabir Covid-19 dan keterlibatan pihak-pihak tertentu, bukan tidak mungkin melecut ketakutan yang tak terkontrol hingga terjadi rencana pembunuhan atau bunuh diri.

Reaksi Wartawan lebih cepat dari Polisi dan bila pembunuhan, siapa pembunuhnya ?

Dari diskusi team bersama penelusur kasus kematian RT, dikumpulkan data-data dan informasi apakah ada tekanan kerja, publik atau tekanan dan pertengkaran keluarga. Kemudian disimpulkan sementara bahwa ada tekanan kerja yang menciptakan tekanan public.

Sebelumnya, sebagian anggota Tim telah lebih dahulu mengidentifikasi TKP saat kejadian. Usai perbicangan Tim kemudian menelusuri keterangan dari Polres Minsel. Keterangan yang diperoleh, sudah dibawah ke RS Malalayang untuk otopsi, termasuk telah mengumpulkan barang bukti yang diperoleh dilokasi. Dan baru sebatas itu dan masih dalam penyelidikan. Terkait adanya CCTV, ketika itu belum diidentifikasi, sehingga pihak Polres mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut, dan akan menelusuri soal info CCTV tersebut.

Tim yang memperoleh info CCTV dari anang, terlihat pada jam 20.30 Wita ada sebuah mobil merah yang bergerak dari Amurang menuju arah Manado, kemudian berputar menyebarang kelokasi TKP. Mobil tersebut berhenti cukup lama, kemudian mundur menepi kejalan tepat didepan rumah TKP, dan seseorang turun melewati mobil RT menuju Rumah. Selang setengah jam lebih atau sekitar 01.09 wita orang tersebut keluar setengah berlari.

Imfo lainnya yang juga cukup menarik dan mengundang pertanyaan, adalah keterangan dari seorang mantan Hukum Tua Tumpaan. Menurut mantan Hukum Tua tersebut, bahwa sekitar jam 11. 30 wita, dia sempat mendatangi rumah RT menemui mantan Camat Tumpaan yang juga adalah kakak RT untuk mengurus sertifikat.

Ketika itu, Hukum Tua sempat disambut 2 orang dewasa yang tidak dikenalnya, “yang satu berada didepan pintu, sementara yang satu lagi membelakanginya memegang HP entah menelepon atau memotret menghadap rumah TKP,” jelasnya.

Mantan Hukum Tua lantas menanyakan kepada mereka apakah ada Camat atau melihat Camat karena dia perlu ketemu. Namun dijawab oleh seseorang yang berada didepan pintu, bahwa dirumah tidak ada orang, sambil megang gerendel pintu dan mengutak atik pintu dan menyatakan pintunya terkunci. Selanjutnya mantan meninggalkan rumah tersebut.

Sumber lain yang juga belum dapat dipercaya menyatakan kepada Tim, bahwa RT sempat keluar dengan berpakaian seragam PNS, mungkin bertemu dengan seseorang disuatu tempat. Namun keterangan ini belum begitu meyakinkan dan masih diragukan, karena sumber tidak jelas kompetensinya. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed