oleh

50an Organisasi Relawan Pendukung Vonny A. Panambunan Galau

SULUT. Tabloidjejak.co.id – Genderang perebutan para kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Prov. Sulut tahun 2020 – 2025 untuk duduk disinggah sana Istana Bumi Beringin, digulirkan dengan segala ekpresi reaktif hingga mendengungkan kekuatan dana sang calon dibilangan triliunan rupiah.

Bahkan dengan bangganya, hampir setiap calon main hambur uang dan sembako, entah mulai dari rumah penduduk hingga ke rumah-rumah ibadah, termasuk disetiap perlehatan partai hingga kejalananpun dipertontonkan hingga menjadi viral dengan maksud untuk menarik simpati public.

Tak cuma individu show yang dipertontonkan, namun merekrut sejumlah relawan baik individual maupun dengan organisasi/ LSM tertentu ikut dikumpulkan untuk membangun kekuatan dukungan terhadap setiap calon tertentu.

Maka adalah salah satu kandidat calon Gubernur Prov. Sulut Vonny A. Panambunan melalui divisi khususnya yang menggerakkan partisipasi relawan dan organisasi/ LSM tertentu, kemudian dikumpulkan dan membahas segala strategi serta model dan bentuk koordinasi ditingkat relawan independen.

Dimana recruitmen dan pembahasan ini, dipimpin oleh Nivie Kolinug, Nelson Sasauw, serta Mieke Nangka serta tim inti lainnya, yang berlangsung beberapa kali dan berpuncak di DIVA Karaoke, yang dibimbing penasehat dan dedengkot politik : bung Rembang dan Regar.

Rapat yang menghadirkan sekitar seratusan lebih Relawan dari sekitar 43 organisasi Masa, Adat dan LSM, diawali dengan penguatan penyusunan strategi melalui analisis SWOT oleh bung Rembang dan bung Regar.

Setelah itu oleh pihak coordinator Divisi melemparkan ke forum rapat, mulai dengan memperkenalkan nama organisasi, LSM dan daerah kekuasaan serta memaparkan kekuatan jaringannya. Usai perkenalan dan tuangan pendapat lintas organisasi, kemudian dibentuk Tim inti.

Tim inti kemudian mengambil posisi dilokasi lain agar membuat lebih focus dan efektifnya pembahasan dan penajaman program kerja secara terkoordinatif dalam satu kesatuan Relawan dibawah Divisi khusus secara strategis.

Pembahasan lintas organisasi yang ingin dibangun secara terkordinasi tersebut, kemudian melakukan pendaftaran masing-masing Organisasi dan atau LSM serta pengurusnya. Setelah itu, berlanjut dengan keputusan agar setiap organisasi memasukan rencana anggarannya

Sejak itu rapat kecil kemudian berlangsung dibeberapa tempat untuk penajaman agar lebih efesian dan efektifnya pekerja relawan dilapagan. Dimana diminta persiapan setiap organisasi/ LSM agar menyediakan 25 orang perkecamatan yang akan menjangkau semua desa disetiap kecamatan tersebut.

Namun sejak rapat yang berlangsung pada tanggal 10 September 2020 di Diva Karaoke tersebut, hingga kini tak ada kabar beritanya. Padahal semangat dan pekerjaan yang dilakukan oleh setiap relawan sudah sedemikian menggebunya, akhirnya mulai menurun.

Saling kontek satu dengan lainnya antar para Relawan dan Ketua organisasi/ LSM dan organisasi Adat, mulai bergulir bertanya satu dengan lainnya, menanyakan sudah sejauhmana perkembangan hasil rapat yang dibangun dan dikonstruksikan.

Resah dan gelisah merasa menjadi korban permainan politik, kini mulai berhembus keman-mana. Maka sumber yang diperoleh Tabloidjejak.co.id, menceritakan, bahwa ada sedikit permasalahan yang sedang diselesaikan, sehingga diminta kepada semua kawan-kawan Relawan agar bersabar, sebab sedang dilakukan pembenahan dan penyelesaian persoalan yang sedang dihadapi. “Mohon sabar,” tandas sumber kepercayaan Vonny A. Panambunan. Jangan takut, tidak ada kata terlambat daalam perjuangan ini. “Sabar bung, sabar,” pintanya penuh harap. **

Peliput/ penulis : Mansur

Editor : Henry         

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed