Home / Korupkrim / Kriminal

Selasa, 31 Desember 2019 - 01:25 WIB

Security Halangi Investigasi Replacement Fasilitas Pelabuhan Luwuk

Luwuk – Tabloidjejak.ci.id. Menyelusuri replacement fasilitas pelabuhan Luwuk disepanjang area Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Luwuk Rabu, 17 Januari 2019 yang belum selesai pengerjaannya, rada-rada sulit, karena dihalang-halangi 3 orang security dan beberapa orang yang diduga orang-orang dari pelaksana proyek PT. Bakti Karya Persada Nusantara dan pihak pengawas PT. Primatama Prima Konsultama.

Pasalnya, proyek yang telah berakhir sesuai batas waktu kontrak pelaksanaannya yang seharusnya selesai pada tanggal 7 Desember 2018 tersebut, ternyata tidak dapat diselesaikan sesuai kontrak yang ditandatanganinya dengan Pejabat Pembuat Komitmen.

Pada hari ketiga (Rabu, 19 Januari 2019) dalam upaya bertemu dengan PPK proyek tersebut, upaya penghadangan dan upaya penghilangan identitas proyek tersebut kemudian dilakukan oleh orang tertentu dengan mencabut papan proyek yang kemudian dirobek oleh salah seorang karyawan yang diduga dari pihak pelaksana atau pihak pengawas proyek, selanjutnya dibuang bersama beberapa sisa bangunan lainnya kesuatu tempat.

Usai memperoleh informasi terkait papan proyek yang disobek dan dibuang tersebut, Tim Tabloidjejak.co.id, kemudian mencari direksikit untuk menemukan gambar proyek yang dibangun, namun dihalang-halangi oleh beberapa orang yang diduga karyawan pelaksana atau pengawas proyek, untuk masuk ke direksikit sehingga terjadi ketegangan. Namun akhirnya Tim dapat masuk, dan menemukan hanya berupa gudang tempat penyimpangan peralatan.

Baca juga  Replacement Fasilitas Pelabuhan Luwuk Belum Selesai Dibayar 100 %

Gambar proyek yang diharapkan dapat diperoleh ternyata tidak ada. Hal tersebut juga tak dapat dijelaskan pak Muchlis sebagai PPK, mengapa gambar proyek tidak terdapat dalam direksikit tersebut, sehingga muncul dugaan dari beberapa indicator penghalangan wartawan Tabloidjejak.com oleh pihak tertentu yang sengaja diciptakan untuk menutupi sesuatu yang menyimpang.

Penasaran atas dugaan adanya sesuatu yang sengaja mau ditutup-tutupi, Tim selanjutnya berjalan mengelilingi dan masuk kegedung utama dan menemukan adanya beberapa bagian gedung yang retak-retak, baik dimuka, belakang, dan samping gedung. Sementara didalam gedung ditemukan beberapa kaca, AC nampak belum terpasang karena sedang dalam pengerjaan pengecatan dinding gedung. Dimana menurut keterangan seorang pekerja kepada Tabloidjejak.com bahwa kondisi gedung sudah dikerjakan sekitar 90 %. Pekerja tersebut juga menjelaskan bahwa pembangunan tersebut melingkupi pembangunan Pagar dan gerbang yang diberikan kepada beberapa subkontraktor. Sementara beberapa pekerja yang ditemui sedang mengerjakan bangunan pagar dan gerbang menyatakan bahwa khusus yang mereka kerjakan, diperkirakannya, baru sekitar 70 %.

Pak Muchlis sendiri sebagai PPK proyek replacement fasilitas pelabuhan Luwuk, baru dapat diketemukan setelah 3 hari dikibulan dengan segala cara oleh orang tertentu yang diduga suruhannya dan para security Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Luwuk, setelah Tim menerima janji pertemuan pada hari kedua tepatnya Jam 2 siang, namun diingkari.

Baca juga  Kadis PUPR Minsel Berlindung Dibalik TP4D

Pertemuan baru terjadi pada hari ketiga, Jumat 19 Januari 2019 setelah seorang Security menyatakan pak Muchlis sudah pulang dan tidak akan kembali lagi ke Kantor. Namun bahasa tubuh security ini, tidak dapat menutupi kebohongannya kepada Tim bahwa pak Muchlis benar-benar sudah pulang.

Sehingga diduga PPK ini, sengaja ingin menghindari wartawan Tabloidjejak.com yang sudah memberikan janji pertemuan, untuk dikorek keterangannya terkait dugaan adanya misteri dibalik keterlambatan pembangunan Proyek Replacement fasilitas pelabuhan Luwuk ini.

Saat jam pulang kantor tiba, dan situasi memungkinkan untuk menerobos keruangannya, Tim langsung masuk dan mendapatkan pak Muchlis yang ternyata masih ada dan tidak pulang sebagaimana penjelasan security tersebut. Namun Muchlis nampaknya masih saja coba berkelit menghindar walau tidak mungkin dilakukannya.

Dimana kemudian terjadi wawancara yang nampak tegang, karena Muchlis masih dengan berbagai dalihnya menghindar dengan berupaya melakukan kontak dengan pihak P4D Kejari Banggai yang diduga dijadikan pelindung dirinya, namun tidak tersambung. Maka akhirnya beberapa keterangan dapat dikorek dari mulut sang PPK. Muchlis kemudian mengakui kepada Tabloidjejak.com bahwa dia adalah PPK dari proyek repleacement fasilitas pelabuhan Luwuk tahun anggaran 2018, sementara sesuai penuturannya, bahwa pak Santo Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Luwuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan mengakui adanya sisa pekerjaan yang belum dapat diselesaikan. **

Share :

Baca Juga

Korupkrim

Proyek Jalan Boulevard Amurang Tahun 2014 Diduga Sarat Korupsi

Ilmu Pengetahuan

Politeknik Pelayaran Sulut Acuh Makin Nekat

Korupkrim

Misteri Kerugian Negara di Lahan Stadion Klabat

Korupkrim

Proyek Jalan Provinsi Memilukan

Korupkrim

Oknum JK Hukum Tua Ranoketang Atas Diduga Gelapkan Bantuan Desa

Korupkrim

J&T Expres Amurang Lakukan Perbuatan Tidak Menyenangkan

Hukum

Kasintel : Proyek Diawasi Langsung Kejari

Hukum

Diduga Membawa Sabu Seorang Pemuda Ditangkap