oleh

Kesie Pelayanan Tondey Satu Maikel Sumarauw Pembohong

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Polemik pemalsuan Cap BPD Desa Tondey kini menjadi pembicaraan serius ditengah-tengah masyarakat desa Tondey Satu, menyusul pengakuan Kasie Pelayanan Maikel Sumarauw bahwa pihak bendahara yang membuat atas suruhan Herry Lumowa sebagai wakil ketua BPD.

Tak heran tudingan dan kecurigaan ditengah-tengah masyarakat bahwa ada permainan dan konspirasi sejumlah orang terkait pembuatan dokumen palsu, telah menimbulkan saling curiga satu sama lain.

Krasak krusuk, sejumlah orang untuk memastikan apakah benar telah terjadi konspirasi untuk pembuatan dokumen palsu baik LPJ maupun RAPBD serta APBD tahun 2018 maupun tahun 2019, kini makin membuat suasana panas dan suhu polemic desa makin kencang.

Namun secara perlahan kini mulai meredah, setelah Herry Lumowa wakil ketua BPD memberikan klarifikasi baik kepada ketua BPD maupun masyarakat lainnya, bahwa tidak pernah menyuruh pembuatan Cap BPD untuk pembuatan dokumen palsu.

Demikian pula sebagaimana yang dijelaskan langsung pada wartawan tabloidjejak.co.id, bahwa apa yang disampaikan Kasie Pelayanan Maikel Sumarauw, dimana pak Herry wakil ketua BPD yang menyuruh membuat Cap BPD kepada bendahara desa, sebagai keterangan bohong. “Dia pembohong,” tandas Herry Lumowa.

“Ini jelas-jelas Sumarauw telah mencemarkan nama baik saya,” karenanya saya akan meminta Sumarauw agar memberi klarifikasi kepada ketua BPD maupun masyarakat tentang pernyataannya, bahwa saya yang menyuruh membuat Cap palsu BPD tersebut. “Saya tidak tahu menahu dengan pembuatan Cap BPD palsu tersebut,” tegas Herry.

“Tidak ada dalam pikiran saya untuk melakukan perbuatan jahat dan menghianati teman-teman di BPD hanya untuk memberikan kesaksian dengan motivasi mencairkan sejumlah dana dari Negara untuk Pemdes secara tidak patut, apalagi membuat dokumen tidak benar untuk digunakan pencairan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” akunya.

Keterangan Maikel Sumarauw itu, telah membuat masyarakat bertanya-tanya dan bukan tidak mungkin membuat masyarakat berpikir dan curiga kepada saya, bahwa saya telah makan uang gelap dari orang-orang tertentu. “Pernyataan Sumarauw, sungguh tidak benar,” tegasnya.

Maikel Sumarauw itu, baru diangkat sebagai perangkat tahun 2020 ini. Jadi dia tidak tahu segala permasalahan dan kejadian terkait pembangunan desa dan tugas-tugas BPD. “Dia itu pembohong,” tandas Herry dengan geramnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed