oleh

Kadis PUPR Minsel Berlindung Dibalik TP4D

Amurang , Tabloidjejak.co.id.|  Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Dinas pekerjaan Umum  dan penataan Ruang, telah menyelesaikan proyek pekerjaan peningkatan jalan dalam kota Amurang Barat berbandrol Rp. 4.785.000.000.00 di desa Teep yang dikerjaan oleh CV.SYALOM sebagai pelaksana.

Proyek yg ditengarai sarat penyimpangan akibat perbuatan curang pelaksananya ini, dikerjakan sesuai  kontrak kerja tertanggal 02 Juli 2019, berdasarkan nomor kontrak : 03/Kontrak/BM/DPUPR-MS/VII/2019 dengan lama pelaksanaan 180 hari kalender.  

Berdasarkan pemantauan wartawan tabloidjejak.co.id selama bekerjaan berlangsung, tak nampak terihat Pengawas maupun PPK PUPR kab. Minsel, sehingga memberi peluang pihak pelaksana melakukan perbuatan curang baik penyediaan batuan agregat oplosan, hamparan agregat yg tidak sesuai maupun pengerasan yang kuat dugaan dimanipulasi tidak berdasarkan kontrak kerja.

Akibat pekerjaan dengan kecurangan yg menyimpang dari konstruksi yg sebenarnya, kini bagian tengah jalan cenderung menurun, sehingga terjadi genangan air bagaikan kolam ikan. Kondisi yg demikian ini, akan menyebabkan terjadinya serapan air yg cenderung merembes ke lapisan agregat yg diduga mengandung prosentasi clay banyak ikut terbawa kelapisan bawah, sehingga tercipta rongga diantara agregat batuan baik di lpa maupun lpbnya, sehingga terjadi cekungan jalan yg menciptakan kolam ikan.   

Saat dikonfirmasi oleh media tabloidjejak.co.id, kepada kepala dinas PU (Pekerjaan Umum) kabupaten Minahasa Selatan Ventje Karaouwan Kamis, 8/1/2020 terkait kondisi jalan yg buruk tersebut, dengan entengnya Ventje menyatakan, bahwa kami cuma tau selesai pekerjaan itu yang kami terima.

Ketika dimintau penjelasan terkait fungsi pengawasan pihak pemberi proyek, Ventje coba berkelit dengan menggunakan TP4D sebagai tamengnya. Apalagi sebagai kuasa pengguna anggaran, Nampak Ventje coba melepas tanggungjawabnya, dengan meminta untuk konfirmasi langsung untuk lebih jelas dengan PPK atas proyek yg diduga diembat miliaran rupiah.

Sayangnya hingga berita ini dinaikkan, PPK maupun PPTKnya yang sudah berhari hari ditunggui, tak pernah kelihatan batang hidungnya. Sementara setiap staff yg ditanyai, selalu menyatakan tidak tau atau tugas luar. Jani/editor.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed