oleh

Dugaan Penyelewengan Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Terjadi di Bangkep

SALAKAN – Tabloidjejak.co.id. Dugaan terjadinya penyelewengan penyaluran dana bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Banggai Kepulauan terjadi di beberapa desa dari 144 desa dari 12 Kecamatan yang ada didaerah tersebut.

Padahal, sebagaimana penegasan Presiden RI Ir. Joko Widodo, agar penyaluran dilaksanakan sesuai nama yang tertera dalam data yang sudah masuk pada Kementerian Sosial RI, untuk secapatnya disalurkan.

Demikian juga ditegaskan oleh pihak Kementerian, sebagaimana aturan yang berlaku, sesuai nama yang terdata, tidak boleh diganti ataupun dirubah-rubah. Jadi harus diberikan sesuai nama yang berhak menerima bantuan tersebut. Dan tentunya akan berhadapan dengan sanksi hukum.

Memasuki penyaluran pada tahap ketiga (3) bagi masyarakat terdampak Covid-19, wartawan Tabloidjejak.co.id, memperoleh informasi adanya dugaan penyelewengan dibeberapa desa di Kab. Banggai Kepulauan tepatnya di desa Bulagi II Kecamatan Bulagi.

Modus penyelewengannya, berupa kerjasama antara pegawai kantor Pos dengan aparat desa. Dimana yang sepatutnya BST diterima oleh NL, namun diberikan kepada aparat desa, yang mana dijadikan alasan tidak diberikan kepada NL, karena sudah meninggal.

Sementara istri NL sebagai yang berhak menerima masih hidup. Dimana istri NL ini tidak pernah menerima BST mulai dari tahap 1 hingga tahap 2, sebagaimana hasil penelusuran wartawan tabloidjejak.co.id di Kantor Balai Pertemuan Umum Kecamatan Bulagi.

Alasan tidak diberikan BST kepada istri NL untuk tahap I dan II, karena tidak terdaftarnya nama NL, dan nanti baru ada namanya pada tahap III ini, jelas salah seorang aparat desa kepada wartawan.

Muncul kecurigaan wartawan dugaan adanya kongkalingkong antara pegawai Kantor Pos dan aparat desa tersebut. Maka upaya penelusuran terus dilakukan untuk mencari tahu kebenaran keterangan aparat tersebut.

Ketika dikonfirmasi ke Kantor Pos Salakan, ternyata nama NL ada dalam data penerima BST sejak tahap 1 hingga tahap 2. Sementara, dana BST tersebut ternyata atas nama NL telah cair baik untuk tahap 1 maupun tahap 2, sudah dicairkan oleh petugas Kantor Pos.

Pihak kantor Pos kemudian menjelaskan, bahwa dana BST tersebut telah diserahan kepada aparat desa kemudian disetor kepada Kepala Desa Bulagi II.

Kemudian oknum IR salah seorang petugas Kantor Pos Salakan, saat itu juga lansung menelpon kepada Kepala Desa Bulagi II, dan meminta agar segera mengembalikan BST tahap 1 dan 2 tersebut kepada NL.

Demikian pula dugaan penyelewengan penyaluran BST terjadi pula di desa Ombuli dan desa Luk Panenteng Kecamatan Bulagi Utara. Modusnya pun tidak jauh berbeda, dimana nama-nama penerima yang telah didaftarkan, tidak diberikan kepada penerima yang berhak dengan alasan orang-orang tersebut tidak diketahui lagi.

Padahal, berdasarkan pengakuan penerima BST kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, bahwa mereka tidak kemana-mana karena adanya Covid-19, “sehingga kami tidak bisa kemana-mana, dan kami tetap ada di desa,” jelas mereka kepada wartawan.

Atas berbagai penyimpangan yang terjadi dibeberapa desa tersebut, masyarakat kepada wartawan tabloidjejak.co.id, meminta agar pihak keamanan segera melakukan penelusuran kesemua desa dan segera dengan tegas melakukan tindakan hukum. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi adanya pihak tertentu memanfaatkan situasi Covid-19 untuk memperkaya diri.

Dalam situasi menghadapi pendemi Covid-19 ini, kami benar-benar merasakan kesulitan ekonomi yang berujung pada kesulitan hidup keluarga. Dan dengan adanya bantuan BST ini justru sangat membantu kami. Sehingga kami berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan penyaluran BST sampai ketangan penerima yang sebenarnya.

“Terkait berbagai penyimpangan yang terjadi di Banggai Kepulauan (Bangkep) telah dilaporkan ke Tim Saber Pungli dan akan dilaporkan juga ke Tim Saber Pungli pusat,” ungkap seorang warga yang enggan namannya dimediakan.

Foto : Friets & Muis

Peliput/ penulis :Friets & Muis

Editor : Henry P     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed