oleh

Cuitan Anggota Dewan Kab. Minsel Jaclin Koloay Bakal Berujung Kerana Hukum

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Suasana panas yang kini mewarnai perang urat syaraf antara Pemda Kab. Minsel dengan Dewan Kab. Minsel, terus bergulir hingga kini. Letupan baru kembali meledak setelah cuitan anggota dewan dari Partai Perindo Jaclin Koloay,SH kembali menohok Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian Minsel.

Betapa tidak, dinas Pendidikan dituding meminta 10 % dari dana Bos setiap sekolah serta Dinas Pertanian melakukan pemotongan gaji THL sebesar Rp. 5000,- perorang untuk membiayai Covid-19. Padahal Pemda sendiri telah mengeluarkan dana untuk penanggulangan Covid sebesar 39 M.  

Letupan cuitan Jaclin tersebut, lantas membuat Kadis Pendidikan bereaksi keras, dengan mendatangi gedung DPRD Kab. Minsel bersama sejumlah panitia Bos didampingi seorang pengacara,” jelas Fieber S. Raco Kadis Pendidikan Kab. Minsel ketika ditemui diruang kerjanya Kamis (9/7-2020).

“Dalam pertemuan tersebut tidak ada kata sepakat yang dihasilkan selain, pihak Dinas Pendidikan akhirnya mengetahui cuitan itu berdasarkan laporan salah seorang guru honor SD dari Kecamatan Amurang, sebagaimana pengakuan Jaclin Koloay kepada Tim Dinas Pendidikan,” jelas Raco lebih lanjut.

Kini pihak Dinas Pendidikan langsung melakukan penelusuran siapa sebenarnya sumber guru honor yang telah memberikan laporan kepada angggota dewan Kab. Minsel tersebut. Setiap guru honor sekolah dasar se-Kecamatan Amurang, kini dipanggil menghadap tim pemeriksa yang dipimpin langsung Kadis Pendidikan Minsel.

Terkait kisruh yang menimpa Dinas Pendidikan Minsel, Fieber S. Raco, nampak begitu serius melakukan penelusuran tudingan miring yang menimpa Instansinya. Dimana menurut Fieber, telah 2 Sekolah dasar yang guru honornya dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan dari 13 Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Amurang.

Fieber lantas berdiri mengambil dokuken hasil pemeriksaan yang berisi tanda tangan terkait pernyataan tidak pernah bertemu dan atau memberikan informasi kepada anggota dewan Jaclin Koloway, dengan memperlihatkan 2 lembar dokumen tersebut kepada wartawan.

Dimana menurut Raco lebih lanjut, bahwa sesuai pengakuan Jaclin, bahwa guru tersebut memberikan informasi kepadanya disaksikan oleh 2 orang wartawan saudara Rul Mantik dan viktor. Sebab ini sudah sangat memalukan kami, “saya serius menyelesaikan kasus ini hingga kerana hukum,” ujar Raco tegas.

Namun ketika ditanyakan apakah benar ada pemotongan dana Covid-19 sebesar 10 % dari dana BOS, Kadis membenarkan memang ada, tetapi bukan meminta untuk kepentingan Dinas Pendidikan, namun merupakan salah satu item pembiayaan yang diambil dari dana BOS untuk masing-masing Sekolah.

Demikian pula terkait adanya rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya sebagai syarat untuk pencairan dana BOS, tidak benar, “namun hanya untuk rekonsiliasi,” ujar Fieber, tanpa kami mengerti maksud rekonsiliasi bagi Sekolah dengan menggunakan dana BOS.

Sementara terkait cuitan Jaclin Koloway ke Dinas Pertanian atas adanya pemotongan dana sebesar Rp 5000,- untuk pembiayaan covid-19, baik Kadis Pertanian maupun Sekertaris Dinas Pertanian tidak berada dikantornya. Tak ada yang dibisa memberikan informasi, karena tinggal beberapa orang ASN saja yang ada, dengan menyatakan kami tidak tahu. ***

Peliput : Henry

Editor  : Henry     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed